Kini, bersama-sama, Allianz Indonesia hadir di 44 kota dengan 80 titik pelayanan, didukung oleh lebih dari 12,000 agen, dengan 1,000 karyawan dan mitra perbankan yang solid untuk melayani nasabah kami. Allianz Indonesia memberikan solusi asuransi dari A – Z.
Kampanye social media marketing Express Your Love, Win Your iPod dari Allianz Indonesia Community ini difokuskan ke Facebook Page Allianz Indonesia Community yang hingga saat tulisan ini ditulis memiliki 5,291 like. Kampanye ini juga didukung oleh Akun Twitter @AllianzId dengan 500 followers hingga saat tulisan ini ditulis.
Kampanye social media marketing Express Your Love, Win Your iPod dari Allianz Indonesia Community yang diadakan mulai 13 Februari hingga 3 Maret 2011 ini bertemakan cinta dan terlihat bertujuan untuk membangun ikatan emosional dengan para fans page Facebook Allianz Indonesia Community.
Dengan mencantumkan "Dapatkan like dan comment sebanyak-banyaknya" pada kolom penilaian serta tidak adanya penjelasan yang komprehensif mengenai ketentuan pemenang mencetuskan kekisruhan di kalangan peserta yang berpikir bahwa pemenang ditentukan berdasarkan jumlah like dan comment terbanyak.
Sebenarnya, admin Allianz Community Indonesia telah memberikan penjelasan bahwa penentuan pemenang juga akan dipengaruhi oleh penilaian juri namun penejelasan itu hanya diletakkan pada sebuah komentar update status komplain peserta lain sebelumnya sehingga banyak peserta lainnya tidak / belum sadar akan hal ini.
Ada baiknya, admin juga turut menaruh jawaban penjelasan atas pertanyaan yang sering dikeluhkan peserta kontes di banner depan atau update status FB-nya beberapa kali hingga pertanyaan/keluhan tersebut berkurang signifikan atau bahkan benar-benar berhenti.
Penentuan pemenang kontes lomba Facebook berdasarkan like terbanyak ini memang masih sering digunakan oleh admin Facebook Page brand-brand besar. Penentuan pemenang berdasarkan teknik ini memang sangat memudahkan kerja admin dan/atau panitia kontes di belakangnya namun metode ini sangat rawan penyalahgunaan oleh peserta atau pihak ketiga seperti spamming message ke inbox Facebook teman peserta atau praktek jual like. Hal ini jelas menyebabkan objektif dari kampanye social media marketing merek tersebut meleset dari apa yang diharapkan.
Bagaimana menurut Anda?